Rabu, 23 November 2011. Festifal Teater Modern Pelajar (FTMP) se-NTB telah usai dilaksanakan. Festifal yang berlangsung di Taman Budaya dan di panitiai oleh Teater Putih UNRAM ini berlangsung dengan lancar. Festifal ini diikuti oleh seluruh pelajar SMA se-NTB.
Namun cukup disayangkan, karena dari Kabupaten Dompu hanya dua sekolah yang mampu mengirimkan tim untuk mengikuti festifal ini. Dua tim tersebut ialah BESTRA (Bengkel Sastra) SMAN 1 Dompu yang membawakan teater yang berjudul Fifa Kafirli dan TAS (Teater Anak Sekolah) SMAN 1 Kempo yang membawakan teater yang berjudul Sumpah Setia.
“Semua sekolah di propinsi, khususnya di kabupaten Dompu bisa mengikuti festifal ini, tergantung kemampuan dari sekolah masing-masing untuk mendanai dan mensupport keberangkatan tim.” Ujar Vivi Febrianti, salah satu pemain teater dari BESTRA SMANSADOM.
Pada festifal tersebut, kabupaten Dompu sendiri khususnya BESTRA hanya mampu mendapat gelar Ilustrasi Musik Terbaik. “cukup kecewa, namun sangat merasa puas setelah pementasan. Dan ini kami jadikan pelajaran untuk menjadi yang lebih baik lagi.” Ujar Chintya Nurul Chaerani, sutradara Fifa Kafirli.
Hasil yang didapatkan ini memang tidak sebanding dengan apa yang mereka asah dan latih selama empat bulan ini, namun mereka sangat merasa puas karena telah mementaskan teater dengan sangat mengesankan didepan para penonton.
“kami memang tidak juara, namun kami menang.” Ujar Vivi.













“kami memang tidak juara, namun kami menang.” Ujar Vivi.
mantap tetap semangat
kurang suport dari sekolah atau memang sekolah lain masih belum mampu membangun kreativitas siswanya ?
saya pikir perlu ada wadah untuk mengembangkan itu di masing-masing sekolah. tanpa menapikan bimbingan guru dan dukungan sekolah tentunya.
waktu lomba cipta cerpen ( “pendidikan dan kearifan lokal”) Se-NTB yg di IKIP saja dompu hanya SMAN 1 dan kosgoro yang ikut jadi peserta dari sekian banyak sekolah (meski gak masuk nominasi). itu artinya wadah untuk pengembangan kreativitas siswa masih kurang.
padahal lomba yang seperti itu adalah langkah kecil untuk terus mempertahankan budaya daerah yang asli di tengah tantangan modernitas.
saya pikir siswa dompu cukup berpotensi. karena mereka punya keinginan.
masalah juara atau penghargaan dalan suatu kompetisi itu tergantung dari selera Juri…
yang Penting sudah menampilkan sebuah pementasan yang bagus dan menarik itu sudah lebih dari cukup menunjukan BESTRA Smansadom, BISA!!
Keep Spirit yo….
semangat….semangat