Duta Wisata, media promosi salah kaprah dan salah arah

Yanuar Arafat

Apa itu duta wisata?

Tidak banyak informasi yang bisa dikumpulkan tentang duta wisata yang pemilihannya rutin dilakukan setiap tahunnya di kabupaten Dompu ini, baik informasi tentang apa itu duta wisata, tujuan diadakannya, metode pemilihannya seperti apa, kegiatan-kegiatan yang dilakukan, bahkan hasil apa yang telah dicapai dari kegiatan ini dikarenakan minim sekali publikasi dan dokumentasi kegiatanya, baik official maupun unofficial.

Menurut pengamatan pribadi penulis dan informasi dari beberapa sumber, bahkan salah satunya datang dari pihak yang terlibat langsung dalam kegiatan pemilihan duta wisata ini dikatakan bahwa duta wisata merupakan perpanjangan tangan pemerintah dalam upaya memperkenalkan potensi pariwisata dengan tujuan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan baik lokal maupun asing, pemilihannya dilakukan rutin setiap tahunnya dengan syarat yang dapat dilihat pada blog (resmi?) http://kmasardani.blogspot.com, kemudian calon perserta tsb dipilih melalui beberapa proses seleksi oleh beberapa juri yang ditunjuk, penilaian tsb dilakukan selama masa karantina (tidak diketahui apa saja yang dilakukan/diajarkan pada masa karantina ini) dan penilaian lagsung pada malam pemilihan duta wisata yang menjadi puncak seremonial dari acara ini.

Setelah duta wisata terpilih, maka selajutnya adalah melaksanakan tugas pokoknya, yaitu mempublikasikan dan memasarkan potensi pariwisata di kab. Dompu kepada pasar lokal maupun pasar internasional.

Masalah

Masalah pertama timbul pada metode pemilihan duta wisata, apakah juri yang melakukan penilaian benar-benar berkompeten? penulis sendiri pernah mengikuti sesi penilain dengan metode tanya jawab antara calon duta wisata dengan juri, seorang juri bertanya ” siapa yang mendukung kamu dalam pemilihan duta wisata ini? “, dan masih banyak pertanyaan lain yang sangat jauh sekali esensinya dari tujuan pokok pemilihan duta wisata itu sendiri, padahal kita tahu kalau ada juri berarti ada “honor” yang berarti biaya ($_$). Kemudian ketidakjelasan hal apa yang diajarkan/dinilai semasa karatina peserta (saya yakin selama karantina ini dibutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk akomodasi peserta dan panitianya ($_$)),  melihat dari tujuan pokok dan fungsi pemilihan duta tsb seharusnya yang dinilai dan diajarkan adalah communication skill, public relation, marketing skill dan journalism skill utuk menunjang kegiatan pasca pemilihannya. Lalu, apakah ilmu itu sudah ditanamkan? hanya panitia, juri, peserta dan Tuhan yang tahu.

Masalah berikutnya adalah metode pemasaran yang dilakukan oleh duta terpilih, sepanjang pengetahuan penulis selama ini duta wisata megikuti beberapa pameran, gathering/pertemuan dengan duta wisata dari kota/negara lain, pertukaran duta wisata (?) dan beberapa pernah dikirim ke kota bahkan negara lain untuk mengiklankan dan menjual potensi pariwisata kab. Dompu. efektifkah? coba kita lihat ilustrasi berikut ini :

Ilustrasi

Klik gambar untuk memperbesar

Penjelasan ilustrasi :

Duta wisata secara massive menceritakan/menginformasikan potensi pariwisata kepada duta lainnya dengan harapan akan tersampaikan kepada pasar (masyarakat) di kota/negara asal duta lainnya tsb. Faktanya, duta wisata kita saja tidak menyampaikan hasil pertemuan, bahkan informasi pariwisata yang didapatkan dari duta lain kepada kita, rasanya tidak pernah disampaikan. Penulis curiga, bahkan mendekati keyakinan yang hakiki bahwa duta wisata kota/negara lain melakukan hal yang sama, yaitu tidak mensosialisasikan hasil pertemuannya/informasi pariwisata yang ia dapatkan dari duta yang lain. Artinya informasi penting tsb cuma menjadi konsumsi antara duta saja, tanpa pernah tersampaikan kepada masyarakat yang merupakan pasar pariwisata. Permasalahan lainnya adalah promosi tidak tepat sasaran, seluruh informasi pariwisata (pantai, gunung, seni budaya, kuliner) disampaikan sekaligus kepada pasar tanpa melihat ketertarikan pasar, akan menjadi sangat mubazir ketika menceritakan kehebatan dan keindahan gunung Tambora kepada pasar yang hanya memiliki ketertarikan pada wisata kuliner. infomasi, waktu dan biaya ($_$) menjadi sangat sia-sia.

Solusi

Perlu diadakan pengkajian dan evaluasi lebih lanjut terhadap penting tidaknya pemilihan duta pariwisata terhadap usaha peningkatan kualitas pariwisata di kab. Dompu. Seandainya dirasakan perlu, harus dievaluasi lagi metode pemilihan dan metode pemasaran yang dilakukan duta wisata (efisensi biaya dan waktu).

Saran

penulis memiliki beberapa saran sederhana apabila keberadaan duta wisata dianggap perlu dan dimaksimalkan,

  • Tingkatkan kemampuan jurnalistik dan marketing duta wisata;
  • Perbanyak dokumentasi informasi (kegiatan, potensi wisata) oleh duta wisata tentunya;
  • Publikasi tepat sasaran, sebagai contoh, publikasi mengenai wisata kuliner kepada komunitas pecinta kuliner, wisata gunung kepada komunitas petualang, wisata pantai kepada komunitas fotografi, wisata budaya kepada komunitas pemerhati budaya, dsb;
  • Hemat? tidak usah keluar negeri/luar daerah untuk memberitahu orang lain tentang daerah kita, ini tahun berapa? ini era internet! era 2.0! maksimal dan hemat biaya ($_$)
  • Sosialisasi kepada komunitas lokal, masyarakat daerah wisata agar siap menerima kedatangan orang luar lebih urgent daripada publikasi keluar itu sendiri, karena apa artinya orang luar datang tapi orang lokal sendiri tidak siap menerima kehadiran orang luar?;
  • Maksimalkan penggunaan dana untuk meningkatkan fasilitas pendukung pariwisata.

Secara sederhana dapat digambarkan sbb :

Ilustrasi

Klik gambar untuk memperbesar

Menjadi harapan bersama apabila potensi pariwisata di kab. Dompu dapat dimaksimalisasi keberadaannya dengan tidak semata memikirkan profit saja.

Duta Wisata, media promosi salah kaprah dan salah arah
0 votes, 0.00 avg. rating (0% score)

About the author

Bukan siapa-siapa, tidak pernah mendapatkan pendidikan formal sampai bangku sarjana. memiliki blog pribadi di: http://cingicanga.wordpress.com . "We are nothing, but i believe that we can do something."

11 Comments

  1. Philip mengatakan:

    Duta wisatanya wajib bikin blog, FB, G+, Twitter, Plurk dan wajib update selambatnya 60 menit setelah dapat info wisata baru. Sepulang dari pertemuan wajib nulis di koran (buat kaum offline). :D

  2. qamal taufikurahman mengatakan:

    memang penulisnya kerend :) good brother dan lanjutkan *prok prok*

  3. Black_Claw mengatakan:

    Sebentar lagi ybs akan disomasi oleh google karna ilustrasinya ala plus-plus.

  4. Furkan mengatakan:

    Saya juga berharap ada Duta Wisata yang ingin memberikan tulisan atau artikel tentang budaya atau pariwisata di Portal ini.

  5. agus mengatakan:

    saya harap duta wisata bisa menginformasikan dan mengiklankan pariwisata dompu ini dan yg mndukung adalah yang paling utama, jalan akses yang menuju wisata tersebut harus bagus agar ada wisata lokal atau asing yg berwisata ktmpat wisata tsb,,,,

  6. Boss mengatakan:

    setelah saya membaca artikel di atas, menurut saya persoalannya adalah kuranya informasi mengenai duta wisata. betul ?, jadi saran yg perlu adalah “sosialisasi melalui media cetak, radio dan online”. tujuannya biar masyarakat paham dan tidak asal menilai.

  7. Furkan mengatakan:

    @Boss: “sosialisasi melalui media cetak, radio dan online” memang harus seperti itu pak, masyarakat hanya tahu apa yang di lihat dan didengarnya saja.

  8. sampela mengatakan:

    bagaimana nasib duta wisata?

  9. Yanuar Arafat mengatakan:

    wah, nasib yang bagaimana dulu nih?

  10. Black_Claw mengatakan:

    Kalau nasib kamu gimana, Yan, sudah disomasi? :mrgreen:

  11. adhiem mengatakan:

    sebenarnya tanpa duta wisata pun info tempat wisata dompu sudah bisa diakses oleh calon wisatawan,,, menurut singkat saya, dompu udah siap blum jadi daerah tujuan wisata,,,
    dengan segala kekurangan yg ada saya pikir hanya wisatawan yang benar-benar mau terima apa adanya yg akan berkunjung, sementara pesona daerah wisata lain yang sudah dipoles indah cukup menarik menarik dan nyaman untuk mereka bersantai ria.

Leave a Comment

Powered by WordPress | Deadline Theme : An AWESEM design

Breaking News :